BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seng (Zn), Kadmium (Cd), dan
Merkuri (Hg) merupakan unsur golongan IIB. Meskipun unsur-unsur ini secara khas
membentuk kation 2+, mereka tidak mempunyai banyak kesamaan dengan golongan Be,
Mg, Ca-Ra, kecuali beberapa kemiripan antara Zn, Be, dan Mg. Jadi BeO, Be(OH)2,
dan BeS mempunyai struktur yang seperti ZnO, Zn(OH)2, dan ZnS, dan terdapat
beberapa kesamaan dalam kimiawi larutan dan kompleks Zn2+ dan Mg2+.
Sebab utama dari perbedaan antara
ion-ion IIA dan IIB timbul dari kemudahan terdistorsi kulit d yang terisi penuh
dibandingkan dengan ion-ion dari unsur-unsur IIA yang mirip dengan gas mulia.
Sifat kimia dari unsur Zn dan Cd adalah sama, tetapi untuk Hg adalah berbeda
dan tidak dapat sebagai suatu homolog.
Seng (Zn), Kadmium (Cd), dan Merkuri
(Hg) bereaksi langsung dengan halogen
dan dengan non logam seperti sulfur, selenium, dan timbal. Seng dan kadmium
dapat membentuk beberapa paduan diantaranya kuningan (aliansi tembaga dan
seng). Merkuri bergabung dengan beberapa logam lainnya seberti dengan Na atau
K, bereaksi sangat kuat menghasilkan amalgam. Untuk pemahaman lebih jauh lagi,
dibuatlah makalah ini.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
definisi,
sifat dan perbedaan logam golongan
IIB?
2.
Bagaimana
keberadaan, ekstraksi, sifat, dan aplikasi dari masing-masing unsur logam golongan IIB?
3.
Bagaimana
dampak
masing-masing unsur golongan IIB terhadap lingkungan dan kesehatan?
C. Tujuan
1.
Mengatahui
definisi,
sifat dan perbedaan logam golongan
IIB.
2.
Mengatahui
tentang keberadaan, ekstraksi, sifat, dan aplikasi dari masing-masing unsur logam golongan IIB.
3.
Mengetahui
dampak
masing-masing unsur golongan IIB terhadap lingkungan dan kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
Golongan
ini sering disebut golongan Zink. Terdiri dari Zink (Zn), Kadmium (Cd), Merkuri
(Hg) dan Ununbium (Uub) yang mempunyai 2 elektron s terluar dengan sub kulit d
terisi penuh.
Logam
– logam ini sering tidak dianggap sebagai unsure transisi murni karena subkulit
d-nya yang lengkap. Tidak seperti
unsure transisi lain yang memiliki subkulit d tidak penuh. Setiap unsure ini
mempunyai kulit valensi yang hanya terdiri dari dua electron pada s orbitalnya,
dengan demikian bilangan oksidasinya paling tinggi adalah +2.
Unsur diatas mempunyai 2 elektron s terluar
dengan sub kulit d terisi penuh.
|
No
|
UNSUR
|
NO. ATOM
|
KONFIGURASI ELEKTRON
|
|
1.
|
Zink
|
30
|
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
|
|
2.
|
Kadmium (Cd)
|
48
|
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10
|
|
3.
|
Merkuri (Hg)
|
80
|
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d105p6 6s2 4f14 5d10
|
|
4.
|
Ununbium (Uub)
|
112
|
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d105p6 6s2 4f14 5d106p6 7s2 5f14 6d10
|
B.
Sifat Golongan IIB
Beberapa sifat golongan IIB :
ü Jari-jari elektron dari atas ke
bawah semakin besar, sebab jumlah kulit elektron semakin banyak.
ü Energi ionisasi (Energi yang
dibutuhkan untuk melepas elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom
netral atau suatu ion dalam keadaan gas) dari atas ke bawah semakin kecil,
sebab jari-jari atom semakin besar, sehingga daya tarik antara inti dengan
elektron terluar semakin lemah.
ü Titik leleh (mp) dan titik didih
(bp) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab energi kohesi (Energi
tarik-menarik atom yang satu dengan lainnya) semakin kecil, sehingga diperlukan
suhu yang rendah untuk memutuskan ikatan antar atom.
C. Perbedaan Unsur Logam Golongan IIB
Dengan Unsur Lain
Meskipun
unsur-unsur ini secara khas membentuk kation 2+, mereka tidak mempunyai banyak
kesamaan dengan golongan Be, Mg, Ca-Ra, kecuali beberapa kemiripan antara Zn,
Be, dan Mg. Jadi BeO, Be(OH)2, dan BeS mempunyai struktur yang seperti ZnO,
Zn(OH)2, dan ZnS, dan terdapat beberapa kesamaan dalam kimiawi larutan dan
kompleks Zn2+ dan Mg2+.
Sebab
utama dari perbedaan antara ion-ion IIA dan IIB timbul dari kemudahan
terdistorsi kulit d yang terisi penuh dibandingkan dengan ion-ion dari
unsur-unsur IIA yang mirip dengan gas mulia. Sifat kimia dari unsur Zn dan Cd
adalah sama, tetapi untuk Hg adalah berbeda dan tidak dapat sebagai suatu
homolog.
Contoh :
- Hidroksida Cd(OH)2 lebih utama daripada Zn(OH)2 yang merupakan amphoter,
tetapi Hg(OH)2 merupakan basa yang sangat lemah. - Klorida dari Zn dan Cd merupakan senyawa ionik sedangkan
HgCl2 merupakan kristal molekuler. - Ion Zn2+ dan Cd2+ mempunyai kemiripan dengan ion Mg2+ sedangkan ion Hg2+ tidak.
Tidak
adanya pengaruh stabilitas medan ligan pada ion Zn2+ dan Cd2+ karena orbital d
terisi penuh elektron, maka stereokimianya hanya ditentukan oleh ukuran,
kekuatan elektrostatik, dan kekuatan ikatan kovalen.
Contoh : - Sebagai pengaruh ukuran ion Cd2+ lebih disukai
dibandingkan ion Zn2+ dalam membentuk senyawaan koordinasi 6. - ZnCl2 berstruktur tetrahedral sedangkan CdCl2 berstruktur oktahedral.
D.
RINCIAN
MASING-MASING UNSUR
1.
Zink
a.
Definisi
Zink
Zink
atau Seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom
relatif 65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764.
Zink atau Seng
adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom relatif
65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764. Seng
(bahasa Belanda: zink)
adalah unsur kimia dengan lambang
kimia Zn. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip
dengan magnesium. Hal ini
dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya
juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng
merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang
paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).
Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga
dan seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak
murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala
logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad
ke-16. Para alkimiawan membakar seng
untuk menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai "salju putih"
ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya
dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi
Galvani dan Alessandro
Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada
tahun 1800. Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan
aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada
baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti
seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan seng metil
ataupun seng dietil di
laboratorium organik.
Seng merupakan
zat mineral esensial yang sangat
penting bagi tubuh. Terdapat sekitar dua milyar orang di negara-negara
berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga dapat menyebabkan
banyak penyakit.
b.
Keberadaan
Zink
Seng
tidak diperoleh dengan bebas di alam, melainkan dalam bentuk terikat. Mineral
yang mengandung seng di alam bebas antara lain kalamin, franklinit, smithsonit (ZnCO3), wilenit, zinkit (ZnO) serta dapat dijumpai dalam sfalerit atau zink blende (ZnS) yang berasosiasi dengan timbal sulfida.
Dalam
pengolahan seng, pertama-tama bijih dibakar menghasilkan oksida, kemudian
direduksi dengan karbon (kokas) pada suhu tinggi dan uap zink yang diperoleh
diembunkan. Atau oksida dilarutkan dalam asam sulfat, kemudian zink diperoleh
lewat elektrolisis.
c.
Ekstraksi
Zink
Seng diekstraksi dari seng
blende/sphalerite (seng sulfide) atau calamine/Smithsonite (seng karbonat).
1)
Seng
sulfide dibakar di udara untuk menghasilkan seng oksida.
2ZnS(s) +
3O2(g) → 2ZnO(s) + 2SO2(g)
Catatan: calamine dapat digunakan secara
langsung dalam lelehan seng karena dalam pemanasannya akan menghasilkan seng
oksida
ZnCO3(s) → ZnO(s)
+ CO2(g) (dekomposisi termal endotermik)
2) Seng oksida tidak murni dapat
dihilangkan dalam dua cara untuk mengekstrak seng :
a. Seng oksida di baker dalam
smelting furnace dengan karbon (batu karang, agent pereduksi) dan limestone
(untuk menghilangkan pengotor asam). Reaksi kimia hampir sama dengan besi dari
blast furnace.
C(s) + O2(g) → CO2(g)
(sangat oksidasi eksotermik, meningkatkan temperature)
C(s) + CO2(g) → 2CO(g)
(C dioksidasi, CO2 direduksi)
ZnO(s) + CO(g) →
Zn(l) + CO2(g) (seng oksida direduksi oleh CO, Zn
kehilangan O)
Ø Atau
reduksi langsung oleh karbon :
ZnO(s) + C(s) → Zn(l) + CO(g) (ZnO direduksi, C dioksidasi)
Ø Karbon
monoksida bertindak sebagai agent pereduksi yaitu menghilangkan oksigen dari
oksida.
Ø Seng
tidak murni kemudian didistilasi frasional dari campuran ampas biji dan logam
lainnya seperti timah dan cadmium yang keluar dari pembakaran tinggi pada
atmosfer yang kaya akan karbon monoksida dimana menghentikan seng dioksidasi
kembali menjadi seng oksida.
Ø Ampas
biji dan timah (dengan logam lainnya seperti cadmium) dari dua lapisan dapat
ditahan pada dasar furnace.
Ø Seng
kemudian dapat dimurnikan lebih lanjut melalui distilasi fraksional ke 2 atau
dengan dilarutkan ke dalam larutan asam sulfat dan dimurnikan secara elektrolit
seperti yang digambarkan sebelumnya
b.
Tahapan yang ke dua
Ø (i)
Dilarutkan dan dinetralisasi dengan larutan asam sulfat untuk menghasilkan
larutan tidak murni seng sulfat.
ZnO(s) +
H2SO4(aq) → ZnSO4(aq) + H2O(l)
Ø Atau
menggunakan calamine/seng karbonat:
ZnCO3(s) +
H2SO4(aq) → ZnSO4(aq) + H2O(l)+
CO2(g)
Ø (ii)
Seng murni dihasilkan dari larutan melalui elektrolisis. Seng akan dapat
terendapkan pada seng murni elektroda negative (katoda) dengan jalan yang sama
tembaga dapat dimurnikan. Elektroda lainnya, harus inert, untuk percobaan
laboratorium, karbon (grafit) dapat digunakan dan oksigen terbentuk.
Zn2+(aq)
+ 2e- → Zn(s)
Ø Proses
reduksi, electron terbentuk, sebagai logam seng yang terendapkan pada elektroda
(-).
Ø Padatan
seng oksida tidak dapat digunakan secara langsung karena tidak larut dan ion
harus bebas untuk membawa arus dan pindah ke elektroda pada bagian lain larutan.
Ø Lebih
jelasnya sistem elektrolisis digunakan, lihat pemurnian tembaga (hanya menukar
Zn untuk Cu pada metoda/diagrktif)
d.
Sifat
Zink
1.
Sifat fisika Zink
|
Penampilan
|
Abu-abu muda
kebiruan
|
|
Fase
|
Padat
|
|
Massa jenis
|
7,14 g/cm3
|
|
Titik lebur
|
692,68 K
|
|
Titik didih
|
1.180 K
|
|
Kalor
peleburan
|
7,32 kJ/mol
|
|
Kalor
penguapan
|
123,6 kJ/mol
|
|
Kapasitas
kalor
|
25,390
J/(mol.K)
|
|
Elektronegativitas
|
1,65
|
|
Energi
ionisasi
|
(1) 906,4
kJ/mol; (2) 1.733,3 kJ/mol; (3) 3.833 kJ/mol
|
|
Jari-jari
|
atom 135 pm
|
|
Jari-jari
kovalen
|
131 pm
|
|
Jari-jari Van
Der Waals
|
139
|
2.
Sifat kimia
v
Kemagnetan
Zn tidak dapat ditarik
oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan dengan
struktur kristal heksagonal. Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam
transisi periode pertama seperti nikel dan tembaga.
Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna. Jari-jari ion seng dan
magnesium juga hampir identik. Oleh karenanya, garam kedua senyawa ini akan
memiliki struktur kristal yang
sama. Pada kasus di mana
jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat kimiawi keduanya akan
sangat mirip. Seng cenderung
membentuk ikatan kovalen berderajat tinggi. Ia juga akan membentuk senyawa kompleks dengan
pendonor N-
dan S-. Senyawa kompleks seng kebanyakan berkoordinasi
4 ataupun 6 walaupun koordinasi 5 juga diketahui ada.
v
Ikatan
yang terbentuk
Seng secara umum
memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa dengan keadaan oksidasi +2
terbentuk, elektron pada kelopak elektron terluar s akan
terlepas, dan ion seng yang terbentuk akan memiliki konfigurasi [Ar]3d10. Hal ini mengijinkan pembentukan empat ikatan kovalen dengan
menerima empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah oktet. Stereokimia senyawa
yang dibentuk ini adalah tetrahedral dan
ikatan yang terbentuk dapat dikatakan sebagai sp3. Pada larutan akuatik, kompleks
oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+,
merupakan spesi yang dominan. Penguapan seng yang dikombinasikan dengan seng
klorida pada temperatur di atas 285 °C mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni senyawa seng
yang berkeadaan oksidasi +1. Tiada
senyawa seng berkeadaan oksidasi selain +1 dan +2 yang diketahui. Perhitungan teoritis mengindikasikan
bahwa senyawa seng dengan keadaan oksidasi +4 sangatlah tidak memungkinkan
terbentuk.
v Reaktivitas
Seng
memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2
dan merupakan unsur golongan 12 tabel periodik.
Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor
kuat. Permukaan logam seng murni akan dengan cepat mengusam, membentuk lapisan
seng karbonat, Zn5(OH)6CO3,
seketika berkontak dengan karbon dioksida. Lapisan ini membantu
mencegah reaksi lebih lanjut dengan udara dan air.
Seng
yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan dan
mengeluarkan asap seng
oksida Seng bereaksi dengan asam,
basa, dan non-logam lainnya Seng yang
sangat murni hanya akan bereaksi secara lambat dengan asam pada suhu kamar.
Asam kuat seperti asam klorida
maupun asam sulfat
dapat menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi seng dengan air
yang ada akan melepaskan gas hidrogen.
Zn
tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah
berpasangan dengan struktur kristal heksagonal.
ü Reaksi
dengan udara Seng terkorosi pada udara yang lembab. Logam seng dibakar untuk
membentuk seng (II) oksida yang berwarna putih dan apabila dipanaskan lagi,
maka warna akan berubah menjadi kuning.
2Zn(s) + O2(g) → 2ZnO(s)
2Zn(s) + O2(g) → 2ZnO(s)
ü Reaksi
dengan halogen
Seng bereaksi dengan bromine dan iodine
untuk membentuk seng (II) dihalida.
Zn(s) + Br2(g) → ZnBr2(s) Zn(s) + I2(g) → ZnI2(s)
Zn(s) + Br2(g) → ZnBr2(s) Zn(s) + I2(g) → ZnI2(s)
ü Reaksi
dengan asam
Seng larut perlahan dalam asam sulfat
encer untuk membentuk gas hidrogen.
Zn(s) + H2SO4(aq) → Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan bergantung pada kondisi yang tepat.
Zn(s) + H2SO4(aq) → Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan bergantung pada kondisi yang tepat.
ü Reaksi
dengan basa
Seng larut dalam larutan alkali seperti
potassium hidroksida dan KOH untuk membentuk zinkat.
Persenyawaan zink:
ü Zink klorida (ZnCl2)
Senyawa ini bersifat molekuler, bukan
ionik karena memiliki titik leleh nisbi rendah dan mudah menyublim.
ü Zink
oksida (ZnO)
Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat
dengan basa. Zink oksida dibuat melalui oksida zink panas di udara.
ü Zinkat
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam alkali. Rumusnya sering ditulis ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2- terkoordinasi dengan ion OH-Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam alkali. Rumusnya sering ditulis ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2- terkoordinasi dengan ion OH-Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.
ü Zink
blende
Struktur krital dengan atom zink yang
dikelilingi oleh empat atom sulfur pada sudut-sudut tetrahedron, setiap sulfur
dikelilingi oleh empat atom zink. Kristal ini tergolong sistem kubus
ü Zink
sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa
ini kehilangan air diatas 30°C menghasilkan heksahidrat dan molekul air
selanjutnya dilepaskan diatas 100°C menghasilkan monohidrat. Garam anhidrat
terbentuk pada 450°C dan ini mengurai diatas 500°C.
ü zink
sulfide (ZnS)
Menyublim pada 1180 °C
ü Zink
hidroksida Zn(OH)2
Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat
membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan ammonia kuat berlebih.
e.
Kegunaan
Zink
Dalam bahasa sehari-hari, seng juga
dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai bahan bangunan.
Dalam industri zink mempunyai arti
penting:
·
Digunakan untuk bahan baterai.
·
Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan
logam, penyepuhan listrik dan metalurgi bubuk.
·
Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk
industri kosmetik (mencegah kulit agar tidak kering dan tidak terbakar sinar
matahari), plastik, karet, sabun, pigmen warna putih dalam cat dan tinta (ZnO).
·
Zink dalam bentuk sulfida digunakan
sebagai pigmen fosfor serta untuk industri tabung televisi dan lampu pendar.
·
Zink dalam bentuk klorida digunakan
sebagai deodoran dan untuk pengawetan kayu.
·
Zink sulfat untuk mordan (pewarnaan),
stiptik (untuk mencegah pendarahan), sebagai supply seng dalam makanan hewan
serta pupuk.
f.
Dampak
Zink Terhadap Kesehatan dan Lingkungan
ü Dampak bagi Kesehatan :
1. Efek
defisiensi Zn
Menurut Widowati et al (2008),defisiensi
Zn banyak menyerang orang yang mengkonsumsi makanan rendah Zn atau tingkat
konsumsi Zn rendah atau kehilangan Zn dari tubuh dalam jumlah besar atau saat
kebutuhan tubuh atas Zn meningkat. Orang yang berisiko tinggi mengalami
defisiensi Zn adalah:
-
Bayi dan anak-anak dalam usia
pertumbuhan atau remaja.
-
Ibu hamil dan menyusui, khususnya yang
berusia belasan tahun
-
Pasien yang mengonsumsi makanan lewat
intravena
-
Individu yang mengalami malnutrisi dan
anoreksia
-
Individu yang menderita diare persisten
-
Individu yang mengalami sindrom
malabsorpsi, celiac disease dan short bowel syndrome
-
Pecandu alkohol
-
Penderita anemia bulan sabit
-
Usia lanjut lebih dari 65 tahun
-
Penderita gangguan hati, ginjal, dan
diabetes melitus.
Kekurangan
seng pertama dilaporkan pada tahun 1960-an, yaitu pada anak dan remaja
laki-laki di Mesir, Iran, dan Turki dengan karakteristik tubuh pendek, dan
keterlambatan pematangan seksual. Diduga penyebabnya makanan penduduk sedikit
mengandung daging, ayam dan ikan yang merupakan sumber utama seng dan tinggi
konsumsi serat dan fitat. Mengingat banyaknya enzim yang mengandung seng, maka
pada keadaan defisiensi seng reaksi biokimia dimana enzim – seng berperan akan
terganggu. Defisiensi seng dapat terjadi pada golongan rentan, yaitu anak-anak,
ibu hamil dan menyusui serta orang tua. Manifestasi klinis defisiensi seng pada
manusia, dapat terlihat sebagai berikut :
-
Kecepatan pertumbuhan menurun,
-
Nafsu makan dan masukan makanan menurun,
-
Lesiepitel lain seperti glositis,
kebotakan,
-
Gangguan sistem kekebalan tubuh,
-
Perlambatan pematangan seksual dan
impotensi
-
Fotopobia dan penurunan adaptasi dalam
gelap,
-
Hambatan penyembuhan luka, dekubitus,
lukabakar,
-
Perubahan tingkah laku,
-
Gangguan perkembangan fetus (Anonim,
2010).
2. Efek
Toksik Zn
Kelebihan seng ( Zn )
hingga dua sampai tiga kali AKG menurunkan absorbsi tembaga. Kelebihan sampai
sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai
lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis
konsumsi seng ( Zn ) sebanyak 2 gram atau lebih dapat menyebabkan muntah,
diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi. Suplemen
seng ( Zn ) bisa menyebabkan keracunan, begitupun makanan yang asam dan
disimpan dalam kaleng yang dilapisi seng ( Zn ) (Almatsier, 2001 dalam Anonim,
2010 ).
Logam Zn sebenarnya
tidak toksik, tetapi dalam keadaan sebagai ion, Zn bebas memiliki toksisitas
tinggi .zinc shakes atau zinc chills disebabkan oleh inhalasi Zn-oksida selama
proses galvanisasi atau penyambungan bahan yang mengandung Zn. Meskipun Zn
merupakan unsure esensial bagi tubuh, tetapi dalam dosis tinggi Zn dapat
berbahaya dan bersifat toksik. Absopsi Zn berlebih mampu menekan absorpsi Co
dan Fe.Paparan Zn dosis besar sangat jarang terjadi. Zn tidak diakumulasi
sesuai bertambahnya waktu paparan karena Zn dalam tubuh akan diatur oleh mekanisme
homeostatik, sedangkan kelebihan Zn akan diabsorpsi dan disimpan dalam
hati(Widowati et al, 2008).
Zn yang berlebih dan
dicampurkan dalm makanan dapat menyebabkan hidrosefalus pada hewan uji tikus
dan juga akan memengaruhi metabolisme dalm perkembangan mesoderm untuk rangka.
Konsumsi Zn berlebih
m,ampu mengakibatkan defisiensi mineral lain. Toksisitas Zn bisa berifat akut
dan kronis. Intake Zn 150-450 mg/ hari mengakibatkan penurunan kadar Cu,
pengubahan fungsi Fe, pengurangan imunitas tubuh, serta pengurangan kadar high
density lipoprotein (HDL) kolesterol. Satu kasus yang dilaporkan karena
seseorang mengonsumsi 4 g Zn-glukonat (570 mg unsure Zn) yang setelah 30 menit
berakibat mual dan muntah.Pemberian dosis tunggal sebesar225-50 mg Zn bisa
mengakibatkan muntah, sedangkan pemberian suplemen dengan dosis 50-150 mg/ hari
mengakibatkan sakit pada alat pencernaan. Konsumsi Zn berlebih dalam jangka
waktu lam bisa mengakibatkan defisiensi Cu. Total asupan Zn sebesar 60 mg/ hari
(50 mg suplemen Zn dan 10 mg Zn dari makanan) dapat nmengakibatkan defisiensi
Cu. Konsumsi Zn lebih dari 50 mg/ hari selama beberapa minggu bisa menggangu
ketersediaan biologi Cu, sedangkan konsumsi Zn yang tinggi bisa mempengaruhi
sintesis ikatan Cu protein atau metalotionin dalam usus. Konsumsi Zn berlebih
akan menggangu metabolisme mineral lain, khususnya Fe dan Cu(Widowati et al,
2008).
Ion Zn bebas dalam
larutan bersifat sangat toksik bagi tanaman, hewan invertebrate, dan ikan.
Penggunaan intranasal atau nasal spray Zn bagi penderita sakit tenggorokan bisa
mengakibatkan kehilangan indra penciuman (anosnia). Inhalasi debu Zn-oksida
bisa mengakibatkan metal iume fever(Widowati et al, 2008).
Toksisitas akut Zn
terjadi sebagai akibat dari tindakan mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
Zn dari wadah/ panic yang dilapisi Zn. Gejala toksisitas akut bisa berupa sakit
lambung, diare, mual, dan muntah. Pemberian bersama suplemen Zn dan jenis
antibiotik tertentu, yaitutetracyclines dan quinolones bisa mengurangi absorpsi
antibiotic sehinnga daya sembuh berkurang(Widowati et al, 2008).
ü Dampak Zink Terhadap Lingkungan
Pembuangan limbah rumah tangga yang
mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipa air dan produk-produk konsumer
(misalnya, formula detergen) yang tidak diperhatikan sarana pembuangannya
(Connel dan Miller, 1991 dalam Al-Harisi 2008).
Selain itu pemasukan logam ke dalam lingkungan berasal dari buangan limbah rumah tangga yang mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipaair dan produk-produk konsumen (misalnya, formula detergen) yang tidakdiperhatikan sarana pembuangannya (Connel dan Miller, 1991 dalam Al-Harisi, 2008).
Selain itu pemasukan logam ke dalam lingkungan berasal dari buangan limbah rumah tangga yang mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipaair dan produk-produk konsumen (misalnya, formula detergen) yang tidakdiperhatikan sarana pembuangannya (Connel dan Miller, 1991 dalam Al-Harisi, 2008).
2.
Kadmium
a.
Definisi Kadmium
Kadmium adalah unsur kimia dengan
lambang Cd, nomor atom 48 dan massa atom relatif 112,411 g/mol. Ditemukan oleh
Fredrich Stromeyer di Jerman pada tahun 1817. 6 Logam kadmium merupakan salah
satu jenis logam berat yang banyak
digunakan dalam berbagai kegiatan industri kimia di Indonesia, seperti :
industri pelapisan logam, industri
baterai nikel-kadmium, industri cat, industri PVC atau plastik dan industri
lainnya. Kadmium dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri kimia tersebut karena sifat kadmium
yang lunak dan tahan korosi (Darmono, 2001).
b.
Keberadaan Kadmium
Nama unsur ini diturunkan dari nama kalamin, yaitu zink karbonat
(ZnCO3), sebab kadmium biasa dijumpai bersama-sama dalam bijih zink seperti
sfalerit (ZnS), walaupun juga dijumpai sebagai mineral grinolit (CdS). Kadmium
biasa dihasilkan bersamaan ketika bijih zink, tembaga, dan timbal direduksi.
Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka
tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di
dekat pertambangan biji seng
(Zn). Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium
murni berupa logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim
ditemukan di lingkungan. Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen
lain seperti Oxigen (Cadmium Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang
(Cadmium Sulfide). Kebanyakan Cadmium (Cd) merupakan produk samping dari
pengecoran seng, timah atau tembaga kadmium yang banyak digunakan berbagai
industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik Sumber utama Cd
berasal dari makanan, karena makanan menyerap dan mengikat Cd, misalnya tanaman
dan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat
buangan limbah bahan kimia.
c.
Ektraksi Kadmium
Umumnya kadmium terdapat bersama-sama dengan Zn dalam bijinya, sehingga
cadmium diperoleh sebagai hasil sampingan produksi seng. Karena titik didihnya
rendah, kadmium dapat dipisahkan dari seng melalui penyulingan bertahap. Zn dan
Pb diperoleh kembali secara serentak dengan cara tungku pemanas letupan.
Kadmium suatu hasil sampingan yang tidak banyak ragamnya dan biasanya
dipisahkan dari Zn dengan destilasi atau dengan pengendapan dari larutan sulfat
dengan debu Zn.
Terdapat
sebagai senyawa, misalnya CdS (greenokite) dihasilkan sebagai hasil samping
ekstraksi Pb dan Zn atau dihasilkan dengan mereduksi Cd2+ dengan Zn. Mula-mula CdS
dilarutkan dalam asam. Larutan Cd2+ direduksi dengan Zn.
CdS(s) + 2H+(aq) ® Cd2+ (aq) + H2S(g)
Cd2+(aq) + Zn(s) ® Cd(s) + Zn2+(aq)
d.
Sifat kadmium
ü Sifat fisika
|
Penampilan
|
Putih perak
|
|
Fase
|
Padat
|
|
Massa jenis
|
8.65 g/cm3
|
|
Titik lebur
|
594,18 K
|
|
Titik didih
|
1038 K
|
|
Elektronegativitas
|
1,7
|
|
Energi ionisasi
|
(1) 8,99eV; (2) 16,84eV; (3)
38,0eV
|
|
Jari-jari atom
|
0,92 Aº
|
ü Sifat kimia
Kadmium
memiliki sifat yang serupa dengan zink, kecuali cenderung membentuk kompleks.
Kadmium sangat beracun, meskipun dalam konsentrasi rendah.
·
Reaksi
dengan udara
Kadmium dibakar untuk menghasilkan kadmium (II) oksida.
2Cd(s) + O2(g) → 2CdO(s)
2Cd(s) + O2(g) → 2CdO(s)
·
Reaksi
dengan halogen
Kadmium bereaksi dengan fluorin, bromine dan iodine untuk
membentuk kadmium (II) dihalida.
Cd(s) + F2(g) → CdF2(s)Cd(s) + Br2(g) → CdBr2(s) Cd(s) +
I2(g) → CdI2(s)
·
Reaksi
dengan asam
Kadmium larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk
membentuk campuran yang mengandung ion kadmium (II) dan gas hidrogen.
Cd(s) + H2SO4(aq) → Cd2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Cd(s) + H2SO4(aq) → Cd2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
·
Reaksi
dengan basa
Kadmium tidak akan larut dalam larutan alkali.
Persenyawaan kadmium:
·
Kadmium
sulfida (CdS)
Merupakan senyawa yang tidak larut dalam air dan dijumpai
sebagai mineral grinolit.
·
Kadmium
oksida (CdO)
Memiliki beberapa warna dari kuning kehijauan sampai coklat yang
mendekati hitam tergantung dengan kondisi suhu pemanasan. Warna tersebut
merupakan akibat dari beberapa jenis terputusnya kisi kristal.
·
Kadmium
seng telurida (CdZnTe)
Sangat beracun untuk manusia, tidak boleh tertelan, terhirup dan tidak
boleh dipegang tanpa sarung tangan yang tepat.
·
Kadmium
hidroksida (Cd(OH)2)
Tidak larut dalam basa. Cd hidroksi dapat membentuk kompleks amina bila
direaksikan dengan amonia kuat berlebih. Cd(OH)2 lebih bersifat asam daripada
Zn(OH)2 yang bersifat amfoter.
e.
Kegunaan Kadmium
Kadmium digunakan dalam
aloy bertitik leleh rendah untuk membuat solder dalam baterai NiCd, dalam aloy
roda gigi dan penyepuhan elektrik (lebih dari 50%). Senyawa kadmium digunakan
sebagai penyalut berpendar fosfor dalam tabung TV.
·
Penggunaan Cd dan persenyawaannya
ditemukan dalam industri pencelupan, fotografi, dan lain-lain. Pemanfaatan Cd
dan persenyawaannya dapat dilihat sebagai berikut :
Senyawa CdS dan CdSeS banyak
digunakan sebagai zat warna.
·
Senyawa Cd-sulfat (CdSO4) digunakan
dalam industri baterai yang berfungsi untuk pembuatan sel weston karena
mempunyai potensial stabil yaitu sebesar 1,0186 volt.
·
Senyawa cadmium bromida (CdBr2) dan cadmium
ionida (CdI¬2) secara terbatas digunakan dalam dunia fotografi.
·
Senyawa dietil cadmium {(C2H5)2 Cd} digunakan
dalam proses pembuatan tetraetil-Pb.
·
Senyawa Cd-strearat banyak digunakan
dalam perindustrian manufaktur polyvinilkhlorida (PVC) sebagai bahan yang
berfungsi untuk stabilizer.
Selain itu banyak digunakan dalam industri-industri ringan, seperti pada proses pengolahan roti. Pengolahan ikan, pengolahan minuman, industri textil dan lain-lain, banyak dilibatkan senyawa-senyawa yang dibentuk dengan logam Cd, meskipun penggunaannya hanyalah dengan konsentrasi yang sangat rendah.
Selain itu banyak digunakan dalam industri-industri ringan, seperti pada proses pengolahan roti. Pengolahan ikan, pengolahan minuman, industri textil dan lain-lain, banyak dilibatkan senyawa-senyawa yang dibentuk dengan logam Cd, meskipun penggunaannya hanyalah dengan konsentrasi yang sangat rendah.
·
Kadmium
sulfida digunakan sebagai pigmen (warna kuning) dan dalam semikonduktor serta
bahan berpendar.
·
Kadmium
selenide digunakan sebagai pigmen (warna merah) dan semi konduktor.
f.
Dampak Pencemaran Logam Kadmium bagi
Kesehatan dan Lingkungan (Cd)
ü Cadmium Terhadap Kesehatan.
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang
berbahaya karena unsur ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Apabila kadmium masuk ke dalam tubuh maka
sebagian besar akan terkumpul di dalam ginjal, hati dan sebagian yang
dikeluarkan lewat saluran pencernaan.Kadmium dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah secara
langsung maupun tidak langsung lewat ginjal, sebagai akibatnya terjadi kenaikan
tekanan darah. Dengan demikian kadmium (Cd) adalah salah satu logam berat yang
keberadaanya patut mendapat perhatian khusus karena secara luas terdapat di
lingkungan baik sebagai pencemar atau sebagai komponen dalam rokok yang
dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu sistem organ yang yang merupakan
target dari Cd adalah sistem reproduksi, khususnya pada individu jantan.
Beberapa efek lain yang ditimbulkan akibat pemajanan Cd adalah adanya kerusakan
ginjal,liver, testes, sistem imunitas, sistem susunan saraf dan darah. Bahaya
dari unsur ini sebenarnya bila manusia mengkonsumsi (baik itu dihirup atau
dimakan) dalam jumlah yang cukup besar. Karena pada kenyataanya, kadmium itu
tidaklah mudah untuk keluar di dalam tubuh, logam ini akan terakumulasi terus
didalam tubuh, akibatnya bila sudah mencapai kadar tinggi, akan menyerang organ
tubuh terutama ginjal dan paru-paru. Jumlah normal kadmium di tanah berada
dibawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan
sampel tanah yang diambil di 6 7 POOOOCH3CH3CH3
dekat pertambangan biji seng. Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tananam
dibandingkan dengan ion logam berat lainnya sepertitimbal (Widowati, 2008).
Berdasarkan FAO/WHO, nilai ambang batas kadar logamkadmium yang diperbolehkan
dalam tubuh hewan laut yang dapat dikonsumsi manusia yakni 0,1 ppm. Sedangkan
menurut Standar Nasional Indonesia No. 01-3548-1994 tentang batas maksimum
cemaran logam pada makanan yang diperbolehkan untuk logam kadmium adalah
sebesar 0,2 mg/kg (ppm). Apabila kadmium yang terkandung dalam makanan
dikonsumsi terus menerus maka akan terakumulasi di berbagai jaringan tubuh dan
dapat menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan konsumen (Palar, 2008).
Salah satu contoh nyata kasus pencemaran oleh kadmium yang telah menimbulkan
dampak negatif terhadap ekosistem dan kehidupan manusia adalah seperti kasus
epidemi keracunan akibat mengkonsumsiberas yang tercemar logam kadmium telah
terjadi di sekitar Sungai Jinzu Kota Toyama Pulau Honsyu Jepang pada tahun
1960. Penderita mengalami pelunakkan seluruh kerangka tubuh yang diikuti
kematian akibat gagal ginjal. Penyakit ini dikenal dengan nama Itai-itai
Disease (Alif, 2001).
-
Efek Cadmium terhadap hepar
Kadmium (Cd) dalam tubuh terakumulasi dalam hati dan
terutama terikat sebagai metalotionein mengandung unsur sistein, dimana Kadmium
(Cd) terikat dalam gugus sufhidril (-SH) dalam enzim seperti karboksil
sisteinil, histidil, hidroksil, dan fosfatil dari protein purin. Kemungkinan
besar pengaruh toksisitas kadmium (Cd) disebabkan oleh interaksi antara kadmium
(Cd) dan protein tersebut, sehingga menimbulkan hambatan terhadap aktivitas
kerja enzim dalam tubuh (Darmono, 2001).
-
Efek Cadmium terhadap tulang
Efek keracunan kadmium (Cd) juga dapat mengakibatkan
kerapuhan pada tulang. Gejala rasa sakit pada tulang sehingga menyulitkan untuk
berjalan. Terjadi pada pekerja yang bekerja pada industri yang menggunakan
kadmium (Cd). Penyakit tersebut dinamakan “itai-itai”. (Palar, 2004)
-
Efek Cadmium terhadap paru-paru
Emphysema , yaitu penyakit yang gejala utamanya adalah
penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru
menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas. (Palar,
2004)
Edema, yaitu pembengkakan yang diakibatkan kelebihan cairan di
dalam tubuh (Palar, 2004)
-
Efek kadmium (Cd) terhadap sistem reproduksi
Daya racun yang dimiliki oleh kadmium (Cd) juga
mempengaruhi sistem reproduksi dan organ-organya. Pada konsentrasi tertentu
kadmium (Cd) dapat mematikan sel-sel sperma pada laki-laki. Hal inilah yang
menjadi dasar bahwa akibat terpapar oleh uap logam kadmium (Cd) dapat
mengakibatkan impotensi. (Palar, 2004)
-
Efek Kadmium (Cd) terhadap ginjal
Logam kadmium (Cd) dapat menimbulkan gangguan dan bahkan
mampu menimbulkan kerusakan pada sistem yang bekerja di ginjal. Kerusakan yang
terjadi pada sistem ginjal dapat terjadi pada tubulus tubulus ginjal. Petunjuk
kerusakan yang dapat terjadi pada ginjal akibat logam kadmium (Cd) yaitu
terjadinya asam amniouria dan glokosuria, dan ketidaknormalan kandungan asam urat
kalsium dan fosfor dalam urin (Palar, 2004).
-
Efek Kadmium terhadap Pankreas
Keracunan Cd dapat menyebabkan penurunan fungsi
pancreas. Efek pemberian Cd pada hewan mempengaruhi metabolisme karbohidrat,
menyebabkan terjadinya hiperglikemia, pengurangan toleransi terhadap glukosa
dan menghambat aktivitas sekresi insulin (Palar, 2004).
-
Efek terhadap Jantung
Hipertrofi ventrikular adalah membesarnya ukuran
ventrikel jantung. Perubahan ini sangat baik untuk kesehatan jika merupakan
respon atas latihan aerobik, akan tetapi hipertropi ventrikular juga dapat
muncul akibat penyakit seperti tekanan darah tinggi. (Palar, 2004)
ü
Dampak Cadmium Bagi Lingkungan
Kadmium dan kadmium senyawa, dibandingkan dengan logam
berat lainnya, yang relatif air larut. Mereka karena itu juga lebih mobile
dalam misalnya tanah, umumnya lebih bioavailable dan cenderung
bioaccumulate.Kadmium mudah diakumulasi oleh banyak organisme, terutama oleh
mikroorganisme dan moluska di mana faktor biokonsentrasi berada di urutan
ribuan. Invertebrata tanah juga berkonsentrasi kadmium nyata. Kebanyakan
organisme menunjukkan rendah sampai sedang faktor konsentrasi kurang dari 100.
Pada hewan, kadmium berkonsentrasi pada organ internal daripada dalam otot atau
lemak. Hal ini biasanya lebih tinggi daripada di dalam ginjal hati, dan lebih
tinggi di hati daripada di otot. Kadmium tingkat biasanya meningkat dengan
bertambahnya usia. Kadmium tidak penting bagi kehidupan tumbuhan atau hewan.
Informasi berikut sebagian besar telah diambil dari monografi IPCS (WHO 1992a,
1992b WHO) kecuali dinyatakan lain.
·
Burung dan mamalia
Pemaparan kadmium kronis menghasilkan berbagai efek akut
dan kronis pada mamalia serupa dengan yang terlihat pada manusia. Kerusakan
ginjal dan emfisema paru-paru adalah efek utama kadmium tinggi dalam tubuh.
Vertebrata laut tertentu mengandung konsentrasi kadmium nyata meningkat pada
ginjal, yang, meskipun dianggap berasal dari alam, telah dikaitkan dengan
tanda-tanda kerusakan ginjal dalam organisme yang bersangkutan.
Burung laut secara umum dikenal untuk mengakumulasi
tingkat tinggi kadmium. Kerusakan ginjal telah dilaporkan dalam koloni liar
burung laut pelagis memiliki tingkat kadmium dari 60-480 ug / g pada ginjal
(WHO 1992b). Burung laut dan mamalia laut di Greenland memiliki tingkat kadmium,
namun para peneliti tidak menemukan bukti efek dalam studi yang dipilih
spesimen segel bercincin dengan tingkat kadmium yang sangat tinggi di dalam
ginjalnya. (AMAP 2002).
Mamalia dapat mentolerir tingkat rendah paparan kadmium
dengan mengikat logam dengan protein khusus yang menjadikan itu tidak
berbahaya. Dalam bentuk ini, kadmium yang terakumulasi dalam ginjal dan hati.
Tingginya tingkat eksposur, bagaimanapun, menyebabkan kerusakan ginjal, kalsium
terganggu dan vitamin D metabolisme, dan keropos tulang. Tubuh membutuhkan
waktu puluhan tahun untuk menghilangkan kadmium dari jaringan dan organ.
·
Mikroorganisme
Kadmium adalah racun bagi berbagai mikroorganisme
seperti yang ditunjukkan oleh percobaan laboratorium. Namun, kehadiran sedimen,
konsentrasi tinggi garam terlarut atau bahan organik dalam pembuluh menguji
semua mengurangi dampak beracun. Efek utama adalah pada pertumbuhan dan
replikasi. Mikroorganisme tanah yang paling terkena dampak adalah jamur,
beberapa spesies yang tersingkir setelah terpapar kadmium dalam tanah. Ada
seleksi untuk strain yang resisten terhadap mikroorganisme setelah paparan
rendah untuk logam dalam tanah.
·
Organisme Perairan lain
Dalam sistem perairan, kadmium yang paling mudah diserap
oleh organisme langsung dari air dalam bentuk bebas Cd ionik (II) (AMAP 1998).
Toksisitas akut kadmium untuk organisme air adalah variabel, bahkan antara
spesies terkait erat, dan berhubungan dengan konsentrasi ion bebas dari logam.
Kadmium berinteraksi dengan metabolisme kalsium dari hewan. Dalam ikan itu
menyebabkan kekurangan kalsium (hipokalsemia), mungkin oleh penyerapan kalsium
menghambat dari air. Namun, konsentrasi kalsium yang tinggi dalam air
melindungi ikan dari serapan kadmium dengan bersaing di lokasi serapan. Efek
jangka panjang paparan dapat mencakup kematian larva dan pengurangan sementara
pertumbuhan (AMAP 1998). Seng meningkatkan toksisitas kadmium pada invertebrata
air. Efek subletal telah dilaporkan pada pertumbuhan dan reproduksi
invertebrata air, ada efek struktural pada insang invertebrata. Ada bukti dari
pemilihan strain resisten dari invertebrata air setelah terpapar kadmium di
lapangan. Toksisitas adalah variabel pada ikan, salmonoids menjadi sangat
rentan terhadap kadmium. Efek subletal pada ikan, terutama kelainan tulang
belakang, telah dilaporkan. Yang paling rentan hidup-tahapan itu adalah embrio
dan larva awal, sedangkan telur paling rentan.
Dalam studi trout danau terkena berbagai tingkat
kadmium, peneliti menemukan bahwa perilaku mencari makan kadmium terpengaruh,
sehingga keberhasilan yang lebih rendah pada menangkap mangsanya. Penurunan
fungsi tiroid sebagai akibat dari paparan cadmium juga telah didokumentasikan.
Kedua tanggapan menunjukkan ambang respon yang rendah untuk kadmium menyebabkan
perubahan perilaku. (AMAP 2002)
·
Organisme Terestrial Lain
Kadmium mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam studi
eksperimental, meskipun tidak ada efek lapangan telah dilaporkan. Pembukaan
stomata, transpirasi, dan fotosintesis telah dilaporkan akan terpengaruh oleh
kadmium dalam solusi nutrisi, tetapi logam diangkat ke tanaman lebih mudah dari
solusi nutrisi dibandingkan dari tanah. Tanaman terestrial dapat terakumulasi
kadmium dalam akar dan kadmium ditemukan terikat pada dinding sel (AMAP 1998).
Invertebrata Terrestrial relatif tidak sensitif terhadap efek racun dari
kadmium, mungkin karena mekanisme penyerapan efektif dalam organ tertentu.
Siput darat dipengaruhi oleh sublethally kadmium, efek utama adalah pada
konsumsi makanan dan dormansi, tetapi hanya pada tingkat dosis yang sangat
tinggi. Kadmium bahkan pada dosis tinggi tidak mempengaruhi burung mematikan,
meskipun terjadi kerusakan ginjal. Kadmium telah dilaporkan dalam studi
lapangan untuk bertanggung jawab atas perubahan komposisi spesies dalam
populasi mikroorganisme dan beberapa invertebrata air. Dekomposisi serasah daun
sangat berkurang oleh polusi logam berat, dan kadmium telah diidentifikasi
sebagai agen penyebab paling ampuh untuk efek ini.
3.
Merkuri
(Hg)
a.
Definisi
Merkuri
Merkuri
atau raksa adalah unsur kimia dengan lambang Hg, nomor atom 80 dan massa atom
relatif 200,59 g/mol.
b.
Keberadaan
Merkuri
Raksa
merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium,
fransium,
galium,
dan brom)
yang berbentuk cair
dalam suhu kamar. Bijih utamanya adalah sulfida sinnabar
(HgS) yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya. Selain itu merkuri ditemukan
dalam mineral corderoit, livingstonit. Diperoleh terutama melalui proses
reduksi dari cinnabar mineral.
c.
Eksrtaksi Merkuri
Sebagian besar merkuri dunia
diperoleh dari bijih utama, cinnabar atau
vermillion dengan struktur kimia merkuri sulfida
(HgS). Cinnabar biasanya
ditemukan dalam bentuk masif atau
butiran tetapi juga dapat terjadi sebagai kristal kecil yang ditunjukkan di bawah. Bijih ini adalah merah terang
dalam tetesan warna dan kecil logam merkuri kadang-kadang
dapat ditemukan dalam bijih
itu sendiri. Area utama untuk pertambangan cinnabar berada di Italia dan Spanyol yang menyediakan 50% dari
dunia merkuri
Sumber
Ekstraksi
Bijih
air raksa dapat ditemui pada batuan : cinnabar (HgS), Metasinabarit,
Kalomel, Terlinguait, Eglestonit, Montroidit. Namun bijih air raksa yang
terpenting hanyalah cinnabar,
Cinnabar
(HgS) ini dipanggang menghasilkan oksidanya yang pada gilirannya terdekomposisi
kira-kira 500o C, air raksa akan menguap. Merkuri dapat diperoleh dari cinnabar dengan memanaskan bijih cinnabar dalam
arus udara dan kondensasi uap merkuri terbentuk.
Karena titik didih
merkuri yang relatif rendah dapat dengan mudah dimurnikan
dengan distilasi vakum. Reaksi
merkuri sulfida dengan
oksigen yang ditunjukkan di bawah ini:
HgS
(s) + O2 (g) → Hg (g) + SO2 (g)
Proses
lain untuk mengurangi emisi SO2(g) ialah dengan memanggang HgS
dengan Fe atau CaO
HgS
(s) + Fe (s) → FeS (s) + Hg (g)
4
HgS (s) + 4 CaO (s) → 3 CaS (s) + CaSO4 (s) + 4 Hg (g)
Pemanggangan
HgS tidak menghasilkan HgO. HgO tidak mantap pada suhu tinggi, mengurai menjadi
Hg (g) dan O2 (g).
Raksa
dimurnikan dengan mereaksikannya dengan HNO3 (aq), yang mengoksidasi
hampir semua pengotor. Hasilnya (tak larut) mengembang ke permukaan cairan dan
dapat diambil. Pemurnian terakhir adalah melalui penyulingan. Raksa mudah
diperoleh dengan kemurnian yang paling tinggi dari kebanyakan logam (99,9998% Hg
atau lebih).
d.
Sifat
Merkuri
ü Sifat
fisika
|
Penampilan
|
Putih
keperakan
|
|
Fase
|
Cair
|
|
Massa jenis
|
13,534 g/cm3
|
|
Titik lebur
|
234,32 K
|
|
Titik didih
|
629,88 K
|
|
Kalor
peleburan
|
2,29 kJ/mol
|
|
Kalor
penguapan
|
59,11
J/(mol.K)
|
|
Kapasitas
kalor
|
27,938
J/(mol.K)
|
|
Elektronegativitas
|
1,9
|
|
Energi
ionisasi
|
(1) 1.007,1
kJ/mol;
(2) 1.810
kJ/mol;
(3) 3.300
kJ/mol
|
|
Jari-jari atom
|
150 pm
|
|
Jari-jari
kovalen
|
149 pm
|
|
Jari-jari Van
Der Waals
|
155 pm
|
ü Sifat
kimia
a.
kemagnetan
Hg tidak dapat ditarik
oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan. Unsur Hg
kurang reaktif dibandingkan zink dan kadmium, dan tidak dapat menggantikan
hidrogen dari asamnya, namun merkuri mampu mengkorosi alumunium dengan cepat,
sehingga pengangkutan dengan pesawat dibatasi. Densitas raksa yang tinggi
menyebabkan benda-benda seperti bola biliar menjadi terapung jika diletakkan di
dalam cairan raksa hanya dengan 20% volumenya terendam.
b.
Ikatan
yang terbentuk
Untuk raksa, kebanyakan
senyawaannya bersifat kovalen. Kemantapan ikatan Hg-C mengakibatkan banyaknya jumlah
senyawa raksa organik. Halida logam, kecuali HgF2, hanya sedikit
mengion dalam larutan berair. Raksa membentuk ion diatomik dengan ikatan
kovalen logam-logam, Hg22+.
c.
Reaktivitas
Unsur Hg kurang reaktif
dibandingkan zink dan kadmium, dan tidak dapat menggantikan hidrogen dari
asamnya, namun merkuri mampu mengkorosi alumunium dengan cepat, sehingga
pengangkutan dengan pesawat dibatasi.
Dalam tabel sifat-sifat umum Zn, Cd, dan Hg
beberapa perbedaan yang tersirat, mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa
elektron 4f bukan merupakan perisai yang baik bagi elektron kulit terluar jika
dibandingkan bengan elektron dalam subkulit bagian dalam lainnya. Ini
menyebabkan tingginya muatan inti efektif dan ukuran atom Hg yang lebih kecil
dari yang diharapkan. Akibatnya, energi pengionan Hg sedikit lebih tinggi
dibandingkan pada Zn dan Cd. Energi hidrasi untuk Hg22+
dan Hg2+ juga tidak sebesar pada Zn2+ dan Cd2+.
Dapat kita lihat juga bahwa potensial reduksi Hg22+ dan
Hg2+ bernilai positif, sedangkan untuk Zn2+ dan Cd2+
negatif. Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa Zn dan Cd adalah
logam yang cukup aktif, tetapi Hg kurang. Unsur Cd dan Zn larut dalam HCl
namun, Hg tidak. Untuk reaksi-reaksi yang terjadi nanti akan di jelaskan di sub-bab
reaksi.
d.
Kerapatan
Densitas raksa yang
tinggi menyebabkan benda-benda seperti bola biliar menjadi terapung jika
diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20% volumenya terendam.
Sifat yang tak lazim
dari Hg adalah dapat membentuk seyawa merkuri (I) yang mengandung ion Hg22+ dan
senyawa merkuri (II) yang mengandung ion Hg2+. Merkuri juga membentuk sejumlah
senyawa kompleks dan organomerkuri.
Sifat yang tak lazim
dari Hg adalah dapat membentuk seyawa merkuri (I) yang mengandung ion Hg22+ dan
senyawa merkuri (II) yang mengandung ion Hg2+. Merkuri juga membentuk sejumlah
senyawa kompleks dan organomerkuri. Merkuri menyebabkan kerusakan jantung dan
ginjal, kebutaan, cacat saat dilahirkan, serta sangat merusak bagi kehidupan
air.
-
Reaksi dengan udara merkuri dibakar
hingga suhu 350ºC untuk membentuk merkuri (II) oksida.2Hg(s) + O2(g) → 2HgO(s)
-
Reaksi dengan halogen Logam merkuri
bereaksi dengan fluorin, klorin, bromine dan iodine untuk membentuk merkuri
(II) dihalida.
Hg(s) + F2(g) → HgF2(s)
Hg(s) + Cl2(g) → HgCl2(s)
Hg(s) + Br2(g) → HgBr2(s)
Hg(s) + I2(g) → HgI2(s)
-
Reaksi dengan asam Merkuri tidak
bereaksi dengan asam non oksidasi, tetapi bereaksi dengan asam nitrit
terkonsentrasi atau asam sulfur terkonsentrasi untuk membentuk komposisi
merkuri (II) dengan nitrogen atau sulfur oksida.
Persenyawaan
Sel merkuri adalah sel volta primer yang terdiri dari anoda zink dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) bercampur grafit. Elektrolitnya ialah kalium hidroksida (KOH) yang dijenuhkan dengan zink oksida, dengan reaksi keseluruhan :
Zn + HgO ® ZnO + Hg
Ø Merkuri
(II) fulminat (Hg(ONC)2)
Sangat beracun serta sangat sensitif
terhadap gesekan dan goncangan
Ø Merkuri
(II) sulfate (HgSO4)
Merkuri sulfat digunakan sebagai katalis
dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.
Ø Merkuri
hidroksida (Hg(OH)2)
Merupakan basa lemah.
e.
Kegunaan
Merkuri
Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi,insektisida, termometer,
barometer,
dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi
termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol,
digital,
atau termistor)
dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya.
ü Merkuri(II)
sulfida sebagai pigmen.
ü Merkuri
(II) klorida digunakan dalam pembuatan senyawa merkuri lainnya.
ü Merkuri
(I) klorida digunakan dalam sel kalomel dan sebagai fungisida.
ü Merkuri
sulfat sebagai katalis dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.
f.
Dampak
Merkuri Terhadap
Kesehatan dan Lingkungan
ü Jenis
dan Bahaya Merkuri Terhadap kesehatan
Bentuk racun dari air raksa pada proses masuk pada tubuh manusia
adalah methyl mercury (CH3Hg+ dan CH3-Hg-CH3) dan garam organik, partikel
mercuric khlor (HgCl2). Methyl mercury dapat dibentuk oleh bakteri pada endapan
dan air yang bersifat asam. Ion merkuri anorganik adalah bersifat racun akut.
Elemen merkuri mempunyai waktu tinggal yang relatif pendek pada tubuh manusia
tetapi persenyawaan methyl mercury tinggal pada tubuh manusia 10 kali lebih
lama merkuri berbentuk metal (logam) dan menyebabkan tidak berfungsinya otak,
gelisah/gugup, ginjal, dan kerusakan liver pada kelahiran (cacat lahir).
Methyl mercury terakumulasi pada rantai makanan, sebagai contoh adalah
merkuri bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan mengkonsumsi ikan yang hidup
pada perairan yang tercemar merkuri. Senyawa phenyl mercury (C6H5Hg+ dan
C6H5-Hg-C6H5) bersifat racun moderat dengan waktu tinggal yang pendek pada
tubuh tetapi senyawa ini berubah bentuk secara cepat pada lingkungan menjadi
bentuk merkuri anorganik. Dari survei efek bahaya, merkuri ini adalah bersifat
racun bagi semua bentuk kehidupan, dan bersifat lambat untuk dikeluarkan dari
tubuh manusia. Methyl mercury beracun 50 kali lebih kuat daripada merkuri
anorganik.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kadar merkuri maksimum di dalam air adalah 0,001 mg/l.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kadar merkuri maksimum di dalam air adalah 0,001 mg/l.
Dikenal 3
bentuk merkuri, yaitu:
-
Merkuri elemental (Hg): terdapat dalam gelas
termometer, tensimeter air raksa, amalgam gigi, alat elektrik, batu batere dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam produksi
soda kaustik dan desinfektan serta untuk
produksi klorin dari sodium klorida.
-
Merkuri inorganik: dalam bentuk Hg++ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous) Misalnya:
Merkuri klorida (HgCl2) termasuk bentuk Hg inorganik yang sangat toksik,
kaustik dan digunakan sebagai desinfektan
Mercurous chloride (HgCl) yang
digunakan untuk teething powder dan laksansia (calomel)
Mercurous fulminate yang
bersifat mudah terbakar.
-
Merkuri organik:
terdapat dalam beberapa bentuk, a.l. :
Metil merkuri dan etil
merkuri yang keduanya termasuk bentuk alkil
rantai pendek dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan. Misalnya memakan ikan yang tercemar zat tsb.
dapat menyebabkan gangguan neurologis
dan kongenital.
Merkuri dalam bentuk alkil dan
aryl rantai panjang dijumpai sebagai
antiseptik dan fungisida.
ü Dampak Terhadap Kesehatan
1.
Merkuri elemental (Hg)
Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan,
sedangkan unsur Merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek toksik karena absorpsinya yang rendah
kecuali jika ada fistula atau penyakit inflamasi gastrointestinal atau
jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal.
Merkuri yang masuk kedalam tubuh melalui Intravena dapat menyebabkan emboli
paru.
Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental ini mudah melalui sawar otak
dan plasenta. Di otak ia akan
berakumulasi di korteks cerebrum dan
cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik (Hg++ ) ion merkurik ini akan berikatan dengan sulfhidril
dari protein enzim dan protein
seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri
oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan
saluran pernafasan.
2.
Merkuri
inorganik:
Sering diabsorpsi
melalui gastrointestinal, paru-paru dan kulit.
Pemaparan dalam jangka pendek
dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan pada pemaparan jangka panjang dengan dosis yang rendah dapat menyebabkan
proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan
imunologis.
3.
Merkuri organik: terutama bentuk rantai pendek alkil
(metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan
cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan
penyempitan lapang pandang. Metil
merkuri mudah pula melalui plasenta dan
berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.
ü Dampak
Merkuri terhadap lingkungan
Para penambang emas tradisional menggunakan merkuri
untuk menangkap dan memisahkan butir-butir emas dari butir-butir batuan.
Endapan Hg ini disaring menggunakan kain untuk mendapatkan sisa emas. Endapan
yang tersaring kemudian diremas-remas dengan tangan. Air sisa-sisa penambangan
yang mengandung Hg dibiarkan mengalir ke sungai dan dijadikan irigasi untuk
lahan pertanian. Selain itu, komponen merkuri juga banyak tersebar di karang,
tanah, udara, air, dan organisme hidup melalui proses fisik, kimia, dan biologi
yang kompleks.
Mercury dapat terakumulasi dilingkungan dan dapat
meracuni hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Acidic permukaan air dapat
mengandung signifikan jumlah raksa. Bila nilai pH adalah antara lima dan tujuh,
maka konsentrasi raksa di dalam air akan meningkat karena mobilisasi raksa dari
dalam tanah. Setelah raksa telah mencapai permukaan air atau tanah dan
bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa Hg organik oleh mikroorganisme
(bakteri) di air dan tanah. Senyawa Hg organik yang paling umum adalah methyl
mercury, suatu zat yang dapat diserap oleh sebagian besar organisme dengan
cepat dan diketahui berpotensi menyebabkan toksisitas terhadap sistem saraf
pusat.
Bila mikroorganisme (bakteri) itu kemudian termakan oleh
ikan, ikan tersebut cenderung memiliki konsentrasi merkuri yang tinggi. Ikan
adalah organisme yang menyerap jumlah besar methyl raksa dari permukaan air
setiap hari. Akibatnya, methyl raksa dapat ikan dan menumpuk di dalam rantai
makanan yang merupakan bagian dari mereka. Efek yang telah raksa pada hewan
adalah kerusakan ginjal, gangguan perut, intestines kerusakan, kegagalan
reproduksi DNA dan perubahan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang
diperoleh berdasarkan uraian di atas yaitu sebagai berikut:
1.
Bahan mentah yang sering digunakan adalah berupa seng yang
banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).
2.
Umumnya kadmium terdapat bersama-sama
dengan Zn dalam bijinya, sehingga kadmiumdiperoleh sebagai hasil sampingan
produksi seng.
3.
Bijih merkuri terpenting adalah cinnabar
(HgS), untuk mengisolasi Hg bijih dipanggang untuk membentuk oksida yang akan
terdekomposisi pada 5000C yang selanjutnya Hg(0) diuapkan.
4.
Logam Zn dan Cd adalah logam aktif,
sedangkan Hg tidak.
mkasih infonya...
BalasHapussangat membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah...
Sama2.. :)
Hapusmohon maaf kak untuk referensi bisa minta tolong untuk dicantumkan ..
BalasHapusterimakasih